Operasi Hitung Campuran (II)

LAPORAN OBSERVASI DI SD MUHAMMADIYAH I PALEMBANG (LAPORAN KE-7)

PENGANTAR

Observasi pada kesempatan kali ini adalah kelanjutan dari observasi pada minggu sebelumnya. Pada minggu sebelumnya operasi hitung campuran diajarkan dengan menggunakan media berupa kertas yang diberi gambar seperti lubang congklak serta sedotan yang dipotong-potong yang berfungsi sebagai bidak congklak. Berdasarkan hasil pada observasi pada minggu lalu, siswa dapat mengunakan media yang diberikan, akan tetapi kebanyakan dari mereka masih belum mampu mengaitkan antara aktivitas yang mereka lakukan dengan operasi hitung pada matematika dengan kata lain mereka masih sulit untuk menuliskan bentuk matematika dari apa yang mereka kerjakan. Beberapa kelompok yang bisa mengaitkan dengan konsep matematikanya juga masih kesulitan dalam menuliskannya pada lembar kerja, meskipun sebenarnya mereka memahami dan mengetahui proses memperoleh jawaban dari soal. Berdasarkan data tersebut, materi hitung campuran dilanjutkan kembali pada observasi kali ini. Media yang digunakan tetap menggunakan prinsip dasar permainan congklak, tetapi dikembangkan dengan mendesain alat peraga yang lebih menyerupai papan congklak. Adapun yang dijadikan sebagai bidak congklak adalah kerikil.

TUJUAN

Untuk mengetahui apakah media yang menggunakan prinsip bermain congklak bisa membantu siswa dalam memahami operasi hitung campuran.

PERTANYAAN OBSERVASI

Apakah media yang digunakan pada observasi kali ini bisa membantu siswa dalam memahami konsep operasi hitung campuran?

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada observasi ini, siswa diberikan soal-soal yang berisi permasalahan terkait operasi hitung campuran. Permasalahan yang diberikan berbeda dengan yang diberikan pada minggu sebelumnya. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, siswa dapat menggunakan bantuan alat peraga yang menyerupai congklak seperti pada gambar berikut ini.

Karena minggu sebelumnya siswa pernah belajar dengan bantuan media yang juga menggunakan prinsip dasar congklak, pada aktivitas minggu ini siswa lebih mudah menggunakan alat peraga yang ada. Alat peraga yang digunakan pada minggu ini juga lebih menarik siswa karena mirip dengan congklak yang sebenarnya. Berikut ini gambar lembar permasalahan yang diberikan kepada siswa serta jawaban dari beberapa kelompok yang ada.

Dari hasil penelitian pada kesempatan kali ini, salah satu permasalahan pada minggu sebelumnya juga masih ditemui pada minggu ini, yaitu siswa kesulitan dalam menuliskan apa yang telah mereka pahami dalam bentuk tulisan di lembar kerja. Akan tetapi, terdapat perkembangan pada pemahaman mereka tentang operasi hitung campuran yaitu kebanyakan dari mereka sudah bisa mengaitkan antara aktivitas yang mereka lakukan dengan konsep operasi hitung campuran. Juga masih ada beberapa kelompok yang kesulitan dalam menuliskan apa yang mereka pahami. Dalam hal ini guru dan pengobservasi membantu dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bisa mengarahkan siswa untuk bisa menuliskan bentuk matematika dari apa yang mereka lakukan dengan menggunakan congklak. Siswa di dalam kelompoknya bekerja sama dengan teman-temannya dalam mengerjakan soal. Selain itu, dari hasil pengamatan terlihat bahwa siswa bertukar ide dengan temannya bagaimana cara menjawab soal yang ada ke dalam bentuk matematika. Mereka telah mampu menuliskan penyelesaiannya dalam bentuk angka, walau ada beberapa kelompok yang keliru dalam penulisannya. Hal ini merupakan sebuah peningkatan dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Sebagaimana pada minggu sebelumnya, beberapa kelompok dipanggil ke depan kelas untuk menjelaskan hasil jawaban mereka. Dari sini, siswa yang lain bisa membandingkan dengan hasil jawaban mereka dan jika ada yang memiliki jawaban berbeda diminta untuk menuliskan di papan tulis dan menjelaskan pula bagaimana mereka mendapatkannya. Setelah soal-soal dipresentasikan oleh beberapa orang siswa, pembelajaran di kelas dilanjutkan dengan pemberian soal-soal kontekstual terkait dengan permasalahan sehari-hari yang melibatkan operasi hitung campuran.

KESIMPULAN

Congklak yang sudah dikenal oleh sebagian besar siswa dapat digunakan sebagain media dalam menanamkan konsep tentang operasi hitung campuran. Hal ini karena dalam permainan congklak terdapat aktivitas yang melibatkan pengambilan (melibatkan operasi pengurtangan) dan penambahan (melibatkan operasi penjumlahan) bidak congklak pada papan congklak. Selain itu juga ada kaitannya dengan perkalian dan pembagian yaitu pada saat siswa harus mengisikan sejumlah bidak congklak pada papan congklak dan menghitung banyaknya bidak congklak yang ada pada papan congklak. Kesulitan yang masih dialami beberapa siswa adalah dalam hal menuliskan bentuk matematika dari aktivitas yang mereka lakukan. Akan tetapi mereka memahami operasi hitung apa yang telah mereka lakukan dan mereka bisa menjelaskannya secara lisan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s