Operasi Hitung Campuran (1)

LAPORAN OBSERVASI DI SD MUHAMMADIYAH I PALEMBANG (LAPORAN KE-6)

PENGANTAR

Materi hitung campuran di kelas III SD melibatkan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Untuk itu pemahaman siswa akan konsep penjumlahan, pengurangan, perkalian dan perkalian akan membantu siswa dalam memahami tentang operasi hitung campuran. Konsep-konsep tersebut sebelumnya telah diajarkan baik dikelas sebelumnya maupun pada awal pembelajaran di kelas III. Meskipun siswa telah memahami tentang penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, tidak semua siswa dapat memahami dengan baik konsep operasi hitung campuran. Mereka masih kesulitan untuk menentukan bilangan yang akan dioperasikan terlebih dahulu. Berdasarkan hal ini, observasi yang akan dilakukan pada kesempatan kali ini adalah mencari media yang bisa digunakan untuk membantu pemahaman siswa tentang konsep hitung campuran. Adapun media yang akan diujikan dalam pembelajaran ini adalah penggunaan alat peraga yang menggunakan prinsip bermain congklak. Pemilihan media berupa papan congklak ini dikarenakan congklak adalah salah satu permainan tradisional Indonesia dan dimainkan hampir diseluruh daerah di Indonesia, sehingga congklak bukanlah hal yang baru bagi siswa. Siswa telah mengerti bagaimana memainkannya dan aturan permainannya. Diharapkan dengan digunakannya congklak dalam pembelajaran matematika, siswa menjadi lebih bersemangat dan senang dalam belajar matematika. Observasi menggunkan papan congklak ini direncanakan dilakukan dalam dua kali pertemuan, minggu ini dan minggu selanjutnya. Pada minggu ini, tidak digunakan media congklak secara langsung, tetapi digunakan kertas yang diberi gambar seolah-olah seperti papan congklak dan menggunakan sedotan warna-warni yang dipotong-potong yang seolah-olah sebagai bidak congklaknya. Adapun pada minggu selanjutnya akan digunakan media yang dibentuk seperti papan congklak dan bidak congklak.

TUJUAN

Untuk mengetahui apakah media yang menggunakan prinsip bermain congklak bisa membantu siswa dalam memahami operasi hitung campuran.

PERTANYAAN OBSERVASI

Apakah media yang digunakan pada observasi kali ini bisa membantu siswa dalam memahami konsep operasi hitung campuran?

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembelajaran dikelas tentang hitung campuran diawali dengan memberikan pertanyaan kepada siswa apakah mereka mengenal permainan congklak dan apakah mereka pernah memainkannya. Sebagian besar mereka menjawab mereka pernah memainkannya. Selanjutnya dipanggil seorang siswa untuk memperagakan bagaimana bermain dengan menggunakan prinsip pada bermain congklak. Siswa tersebut diminta untuk memasukkan dan mengambil potongan-potongan sedotan pada kertas yang diberi gambar lubang-lubang seperti papan congklak. Berikut ini gambar media yang seolah-olah sebagai papan congklak dan bidak congklak.

Lebih lanjut, siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa. Setiap kelompok diberikan permasalahan terkait operasi hitung campuran yang menjawabnya dengan menggunakan bantuan media yang ada. Pembagian kelompok pada pertemuan kali ini memang dirancang berbeda oleh guru. Kelompok dibuat berbanjar dengan tujuan siswa yang senang keluar-masuk dan berkeliaran dalam kelas akan tertahan karena terhalang oleh kursi temannya dan siswa menjadi lebih konsentrasi dalam belajar dalam kelompoknya.

Siswa tidak diberi tahu tentang materi pada kesempatan kali ini. Melalui media yang menggunakan prinsip bermain congklak, siswa diharapkan dapat mengaitkan permasalahan yang ada dalam lembar kerja dengan operasi hitung campuran. Permasalahan yang ditampilkan dalam Lembar Kerja Siswa adalah permasalahan dalam bentuk cerita yang sebenarnya sudah sering mereka alami sendiri. Berikut ini beberapa gambar yang memuat permasalahan dan jawaban siswa pada lembar kerja mereka:

Dari hasil jawaban mereka dan diskusi dengan beberapa kelompok, siswa masih membutuhkan penjelasan tentang apa yang harus mereka lakukan. Mereka belum mengerti jika apa yang dilakukan pada permasalahan 1 berkaitan dengan permasalahan selanjutnya. Oleh karenanya beberapa kelompok melakukan perhitungan yang memberikan hasil yang berbeda. Setelah dijelaskan mereka bisa mengerti. Sebagian kelompok memberikan jawaban yang melibatkan operasi hitung campuran, yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Mereka juga bisa menjelaskannya dengan baik. Sebagian kelompok yang lain, mereka bisa mengaitkannya dengan operasi hitung pada matematika, tetapi kesulitan dalam menuliskannya dalam bentuk tulisan. Mereka hanya bisa menyampaikannya lewat lisan dan membutuhkan bimbingan dalam menuliskannya di lembar penyelesaian. Adapun kelompok yang lain, mereka masih kesulitan mengaitkannya dengan operasi hitung pada matematika. Mereka hanya menjawab berdasarkan bidak congklak yang terdapat pada papan congklak. Tidak bisa mengaitkan jika permasalahan yang ada melibatkan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

Kelompok yang bisa mengaitkan aktivitas yang mereka lakukan dengan operasi hitung campuran diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Mereka masih agak ragu-ragu untuk melakukannya, sehingga butuh dimotivasi dan dibimbing. Dengan pertanyaan-pertanyaan bantuan dari guru kelas dan pengobservasi akhirnya mereka bisa menjelaskan kepada siswa yang lain dengan bahasa mereka sendiri.

Saat presentasi di depan kelas, siswa telah mampu menjelaskan apa yang telah mereka kerjakan keada teman mereka. Beberapa siswa yang tampil ke depan kelas untuk presentasi telah mampu menuliskan jawaban mereka dalam bentuk formal. Mereka mampu mengubah bentuk soal cerita yang ada ke dalam bentuk angka-angka. Kelompok yang lain diminta untuk memberikan tanggapannya. Dari tanggapan mereka, tampak bahwa banyak siswa yang mulai mengerti tentang keterkaitan aktivitas yang mereka lakukan di kelas dengan konsep operasi hitung campuran. Akan tetapi banyak dari mereka yang masih kesulitan untuk menuliskannya dilembar kerja. Mereka juga belum mengerti bagaimana mengelompokkan operasi yang harus dilakukan terlebih dahulu, dan yang dilakukan kemudian. Mereka masih mengerti sebatas menentukan hasil akhirnya dengan menggunakan media yang menggunakan prinsip bermain congklak. Namun, pada saat ditanyakan bagaimana cara mereka memperolehnya, sebagian siswa masih terlihat susah mengungkapkan idenya secara matematis. Mereka mengungkapkan apa yang telah mereka kerjakan sesuai dengan petunjuk soal dan kemudian memeperoleh hasil dari langkah akhir yang terdapat dalam soal.

KESIMPULAN

Media yang digunakan pada penelitian ini, yaitu media yang didasarkan pada prinsip bermain congklak, padat membantu siswa dalam menyelesaikan permasalahan terkait operasi hitung campuran. Akan tetapi kebanyakan siswa masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan permasalahan yang ada dengan operasi hitung campuran. Mereka bisa menyelesaikan permasalahan yang ada hanya berdasarkan berapa banyak bidak congklak atau lubang congklak yang ada setelah mereka memasukkan atau mengambil bidak congklak. Dalam hal ini mereka menghitung langsung apa yang ada di kertas yang berfungsi sebagai papan congklak, tanpa melibatkan bagaimana operasi matematikannya. Pembelajaran operasi hitung campuran ini akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya agar tujuan yang diharapkan dari penelitian dapat tercapai.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s